Sears bukan lagi raksasa ritel seperti dulu. Pengecer barang dagangan umum Amerika, yang menghabiskan waktu puluhan tahun menjual segala sesuatu mulai dari perkakas hingga peralatan rumah tangga, kini menjadi anak perusahaan Sears Holdings Corporation. Dan perusahaan itu? Itu dibeli pada tahun 2019 oleh ESL Investments, dana lindung nilai yang dikendalikan oleh Edward S. Lampert. Label harga untuk perusahaan induk adalah $5,2 miliar, disetujui oleh hakim federal pada bulan Februari tahun itu. Namun penyelamatan finansial ini tidak menyelamatkan merek tersebut. Itu hanya mengubah siapa pemilik reruntuhan itu.

Asal Usul Pesanan Melalui Pos

Ceritanya dimulai di Minneapolis, 1886. Richard W. Sears mendirikan R.W. Sears Watch Company untuk menjual jam tangan melalui pesanan lewat pos. Dia memindahkan operasinya ke Chicago pada tahun berikutnya dan mempekerjakan Alvah C. Roebuck untuk memperbaiki jam tangan tersebut. Mereka mendirikan bisnis pemesanan melalui pos untuk perhiasan dan jam tangan. Katalog pertama dirilis pada tahun 1887.

Sears menjual sahamnya pada tahun 1889. Roebuck tetap tinggal. Beberapa tahun kemudian, mereka memulai kembali usahanya. Pada tahun 1893, menjadi Sears, Roebuck and Company. Lalu datanglah Julius Rosenwald. Sebagai produsen pakaian kaya, dia membeli saham Roebuck pada tahun 1895 dan mengatur ulang bisnisnya. Sears kembali menulis katalog. Mereka menjadi terkenal.

Perusahaan itu meledak. Ia menjual barang-barang berharga rendah ke pertanian dan desa-desa yang tidak memiliki pilihan belanja lain. Layanan Pos AS membantu. Pengiriman gratis ke pedesaan dimulai pada tahun 1896. Pos parsel menyusul pada tahun 1913. Sears kini dapat mengirim ke pelosok paling terpencil di negara itu. Rosenwald mengambil alih jabatan presiden pada tahun 1909.

Poros Ritel

Sears tidak selalu tentang toko fisik. Antara tahun 1920 dan 1943, ia memiliki Encyclopædia Britannica, menjualnya langsung melalui katalognya. Namun lanskapnya berubah.

Pada tahun 1924, Jenderal Robert E. Wood bergabung dengan perusahaan tersebut. Ia menjadi kekuatan penuntun selama tiga dekade berikutnya. Wood melihat apa yang dilewatkan orang lain. Mobil mengubah perilaku konsumen. Masyarakat di pinggiran kota dan pedesaan kini dapat menjangkau pusat kota dengan mudah. Mengapa mengandalkan katalog jika Anda bisa berkendara ke toko?

Wood membuka toko ritel Sears pertama di Chicago pada tahun 1925. Peluncurannya dilakukan secara agresif. Jumlah toko berkembang pesat. Pada tahun 1931, penjualan eceran telah melampaui penjualan pesanan lewat pos.

Dominasi dan Penurunan

Sears memanfaatkan ledakan ekonomi setelah Perang Dunia II. Perusahaan ini tetap menjadi pengecer terbesar di Amerika selama beberapa dekade. Tidak ada yang secara serius menentangnya sampai tahun 1980an. Saat itulah Kmart Corporation melampaui Sears dalam total penjualan. Wal-Mart akhirnya menjatuhkan keduanya dan menjadi pengecer terbesar di dunia pada akhir abad ini.

Sears mencoba beradaptasi. Pada tahun 1980-an, perusahaan ini melakukan diversifikasi ke bidang real estat dan jasa keuangan. Namun bisnis inti ritel masih tertinggal. Pada tahun 1992, perusahaan mulai menjual anak perusahaannya untuk fokus pada hal terbaiknya—menjual barang dan jasa.

Katalog tersebut berakhir pada tahun 1993. Tahun berikutnya, Sears memisahkan Allstate Corporation, perusahaan asuransi yang didirikannya pada tahun 1931. Sears masih menawarkan layanan perbaikan untuk mobil, peralatan, elektronik, dan sistem pemanas rumah. Itu adalah ekosistem yang sangat besar. Namun ekosistemnya menyusut.

Era Lampert

Pada tahun 2002, Sears membeli Lands’ End dengan harga hampir $2 miliar. Tiga tahun kemudian, perusahaan tersebut bergabung dengan Kmart dalam kesepakatan senilai sekitar $12 miliar. Sears Holdings Corporation lahir. Ini menjadi pengecer terbesar ketiga di Amerika Serikat. Edward S. Lampert mengendalikan hampir 40 persen entitas baru tersebut.

Pada awalnya, Sears Holdings tampak makmur. Namun penjualan di toko Kmart dan Sears terus menurun. Tanggapan Lampert kontroversial. Dia memulai pembelian kembali saham. Orang dalam menyatakan bahwa hal ini menguras uang tunai perusahaan, sehingga menjadikannya rentan.

Korporasi mulai menjual aset. Lands’ End dipisahkan lagi pada tahun 2014. Lampert membeli saham pengendali di Sears Kanada, namun anak perusahaan tersebut ditutup pada tahun 2018. Sementara itu, toko-toko di seluruh Amerika Serikat tutup.

Kebangkrutan

Penurunan tersebut mencapai puncaknya pada Oktober 2018. Sears Holdings mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11. Itu adalah pendarahan yang lama dan lambat. Pembatalan katalog tahun 1993 sepertinya hanya sebuah gejala, bukan penyebabnya. Masalah sebenarnya adalah kegagalan beradaptasi dengan lingkungan ritel yang didominasi oleh Wal-Mart dan kemudian Amazon.

Strategi Lampert tidak berhasil. Dana lindung nilai, ESL Investments, turun tangan. Pembelian senilai $5,2 miliar pada awal tahun 2019 bukanlah rencana perubahan haluan. Itu adalah restrukturisasi keuangan. Sears masih menjual barang-barang rumah tangga, perangkat keras, dan pakaian. Ia masih menawarkan layanan perbaikan. Tapi keajaibannya hilang.

Siapa pemilik Sears sekarang? Dana lindung nilai sedang mencari jalan keluar. Mereknya tetap ada, namun model bisnis yang membangunnya tinggal sejarah.