Orang-orang Amerika sedang menata ulang peta populasi negaranya, dengan sebuah tren yang jelas muncul: masyarakat berpindah ke negara-negara yang menawarkan keterjangkauan, pekerjaan, dan kualitas hidup yang lebih baik, dan menjauh dari negara-negara yang terbebani oleh biaya tinggi dan pertumbuhan yang stagnan. Data terbaru dari beberapa perusahaan pindahan—termasuk MoveBuddha, U-Haul, dan United Van Lines—mengkonfirmasi pola ini, yang dimulai selama pandemi dan kini semakin menguat menjadi pergeseran demografi jangka panjang.

Destinasi yang Sedang Naik Daun

Beberapa negara bagian di Selatan memimpin masuknya penduduk baru. Ini tidak acak; negara-negara bagian ini menawarkan kombinasi faktor-faktor yang menarik untuk mengatasi permasalahan utama bagi banyak orang Amerika.

Carolina Selatan melihat minat yang sangat kuat, terutama di kota-kota seperti Myrtle Beach dan Greenville. Cuaca yang hangat, ditambah dengan pajak properti yang lebih rendah dan perumahan yang relatif terjangkau, menarik para pensiunan yang mencari gaya hidup nyaman dan pekerja jarak jauh yang mencari pengeluaran lebih rendah.

Carolina Utara baru-baru ini memiliki lebih dari 11 juta penduduk, yang hampir seluruhnya didorong oleh migrasi masuk. Perluasan pasar kerja di Raleigh dan Charlotte, serta biaya perumahan yang terjangkau, menjadikannya magnet bagi keluarga dan profesional yang melarikan diri dari negara bagian yang tarifnya lebih mahal.

Tennessee terus menduduki peringkat tinggi untuk pergerakan satu arah, dengan kota-kota seperti Knoxville dan Chattanooga menawarkan perpaduan menarik antara keterjangkauan, rekreasi luar ruangan, dan tanpa pajak pendapatan negara. Kombinasi ini terbukti “melekat”, karena banyak penduduk baru memilih untuk tinggal dalam jangka panjang.

Georgia, khususnya Atlanta, mempertahankan popularitasnya karena pasar kerja yang kuat dan sektor teknologi yang berkembang. Meskipun biaya meningkat, perumahan masih relatif terjangkau dibandingkan wilayah metropolitan besar lainnya.

Arkansas diam-diam menjadi tujuan wisata, didorong oleh iklim yang mendukung bisnis, perumahan yang terjangkau, dan peningkatan infrastruktur. Kota-kota seperti Bentonville, Little Rock, dan Fayetteville menarik baik perusahaan maupun pekerja.

Amerika Kehilangan Penduduk

Negara-negara keluar mempunyai benang merah yang sama: biaya tinggi, pajak, atau peluang ekonomi terbatas.

California tetap menjadi negara bagian tujuan wisata teratas, dengan perumahan yang sangat tinggi, kemacetan lalu lintas, dan pajak yang tinggi mendorong penduduknya memilih pilihan yang lebih terjangkau. Bahkan keluarga berpendapatan menengah pun dirugikan karena biaya perumahan melebihi pertumbuhan upah.

New Jersey menduduki puncak daftar keluar selama enam tahun berturut-turut, dengan 64% orang yang pindah meninggalkan negara bagian tersebut. Perubahan pekerjaan, alasan keluarga, dan preferensi gaya hidup mendorong eksodus ini, yang mencerminkan tren nasional.

Illinois terus mengalami kehilangan populasi bersih, dengan hampir 140.000 penduduk meninggalkan negara bagian tersebut antara tahun 2020 dan 2024. Tantangan ekonomi negara bagian ini dan pajak yang tinggi membuatnya kurang kompetitif dalam menarik dan mempertahankan penduduk.

Louisiana memimpin perpindahan keluar selama dua tahun berturut-turut, dengan 66% dari seluruh perpindahan adalah keberangkatan. Penduduknya pindah ke negara bagian tetangga yang memiliki pasar kerja yang lebih kuat dan tarif asuransi yang lebih terjangkau.

Mengapa Ini Penting

Pergeseran ini bukan hanya soal preferensi pribadi; mereka mencerminkan realitas ekonomi fundamental. Warga Amerika memprioritaskan keterjangkauan dan peluang. Negara-negara bagian yang memiliki jumlah penduduk terbanyak sering kali adalah negara-negara yang telah melakukan investasi strategis dalam kebijakan ramah bisnis, pajak yang lebih rendah, dan pembangunan infrastruktur. Negara-negara bagian yang kehilangan penduduknya sedang bergulat dengan biaya yang tidak berkelanjutan dan menurunnya daya saing. Tren ini kemungkinan akan semakin cepat seiring dengan meningkatnya tekanan ekonomi, sehingga memaksa lebih banyak orang untuk mencari nilai yang lebih baik dalam pengaturan tempat tinggal mereka.

Data ini menggarisbawahi kebenaran sederhana: masyarakat berpindah ke tempat yang uangnya lebih banyak dan peluangnya lebih besar.