Rilis dokumen terkait Jeffrey Epstein baru-baru ini telah memicu kemarahan di dalam basis MAGA Donald Trump, namun alih-alih mengarahkan kemarahan tersebut kepada mantan presiden itu sendiri, kemarahan tersebut malah disalurkan kepada tokoh-tokoh Partai Republik lainnya. Kemarahan tersebut berasal dari anggapan tidak adanya tindakan dalam meminta pertanggungjawaban individu yang berkuasa atas hubungan mereka dengan pemodal yang telah meninggal.
Serangan Lone Wolf Mengungkapkan Kemarahan yang Mendasari
Kasus ekstrim yang menimpa Austin Tucker Martin, seorang pendukung Trump berusia 21 tahun yang melakukan perjalanan ke Mar-a-Lago dengan membawa senapan sebelum ditembak mati oleh penegak hukum, menyoroti betapa besarnya rasa frustrasi ini. Menurut teks yang diperoleh TMZ, Martin terpaku pada berkas Epstein, percaya bahwa upaya menutup-nutupi sedang dilakukan dan bahwa para elit “lolos begitu saja”.
Fokus Beralih ke Patel, Bondi, dan Bannon
Alih-alih mengkritik Trump, para pendukung MAGA secara terbuka mengecam Direktur FBI Kash Patel, mantan Jaksa Agung Pam Bondi, dan ahli strategi Steve Bannon. Patel, khususnya, mendapat kecaman karena gagal melakukan penangkapan meskipun ada janji yang dibuat setelah dokumen tersebut dibuang. Di papan pesan pro-Trump seperti The Donald, pengguna mengejek kurangnya hasil yang dicapai Patel, bahkan ketika dia menghadiri acara penting seperti pertandingan hoki Olimpiade.
Media Sayap Kanan Meremehkan Peran Trump
Meski mendapat tekanan yang meningkat, Trump sebagian besar menghindari reaksi langsung dari pendukungnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh keengganan media konservatif untuk secara agresif meliput dokumen Epstein, sehingga banyak pendukung Trump yang tidak mengetahui rinciannya. Jajak pendapat Marquette Law School menunjukkan bahwa hanya 49% dari mereka yang mengandalkan saluran TV konservatif telah mendengar “banyak” tentang kasus Epstein, dibandingkan dengan 75% yang menonton berita jaringan lainnya.
Teori Konspirasi Mengisi Kekosongan
Dengan tidak adanya akuntabilitas, teori konspirasi seperti Pizzagate yang telah dibantah muncul kembali, dipicu oleh penyebutan “pizza” dalam dokumen yang dirilis. Bahkan Tucker Carlson sempat mendukung konspirasi tersebut sebelum melakukan kemunduran, tetapi sebelumnya kontennya mencapai jutaan di YouTube dan X.
Basis MAGA Mudah Dimanipulasi
Menurut para ahli seperti Mike Rothschild, banyak pendukung MAGA yang sudah move on, percaya bahwa semuanya adalah tipuan Partai Demokrat, atau tetap mudah terpengaruh oleh informasi yang salah. Hal ini menyoroti pengabdian yang bersifat aliran sesat dalam gerakan tersebut, di mana kesetiaan kepada Trump mengalahkan pengawasan faktual.
Meskipun ada kemarahan atas koneksi Epstein, Trump tetap terisolasi dari kritik langsung dari pendukungnya, dan hal ini menunjukkan betapa efektifnya media konservatif dalam mengendalikan narasi tersebut.
Situasi ini menunjukkan bagaimana kemarahan terhadap korupsi dialihkan dari Trump sendiri, sehingga dia menghindari akuntabilitas sementara para pendukungnya terpaku pada target lain.




















